hari itu hari minggu, hari yang ditunggu tunggu untuk melakukan sesuatu...sesuatu itu adalah program dari hari sebelum hari itu..yaitu membenahi sepeda bututku...jrengg...jrengg..jrengggg....huph..huph..kita siapkan sesuatu...kunci inggris, kunci L, dan kunci kunci yang lain...bukan kunci jawaban soal uan loh...yihaa....semua peralatan sudah terkumpul...sekarang tahap berikutnya yaitu menganalisa kerusakannya : pedalnya oglek (boso medok)..bannya kempes...banyak sarang laba laba..oke kita mulai repairing...satu persatu masalahnya...klik..klak..setak..cetok...teng..teng..brag..brak....pedalnya harus ditambah bantalan bering...clok..tak..ngek..ngek..(dipasang)....bautnya dikencangkan...bannya diidi angin..pake pompa..klek..klek..wet..wet...(buka tutup dob)..cekluk..masang pompa...wet..ngik..wet..ngik..wet..ngik...(proses memompa)...tes..tes..tes..(keringat bercucuran)...duk..duk..duk..(test bannya dah keras)..sekarang tinggal mengelap semua fisik sepeda yang banyak sarang laba labanya....lap.lap..lap...dikasih oli..rantenya..dan semua pooros rodanya..biar litir...jreng..jreng..jreng..sepeda dah jadi....sekarang menyiapkan rencna rutenya...yang penting keling keliling di daerah persawahan..yang masih fresh udaranya...oke siap.....meluncur....ngik..ngek..ngik..ngek..ngik..ngek....pasang headsetnya dan tekan play now...dengerin lagu favorit...sambil geleng geleng....komat kamit...goes..goes..kukayuh sepeda kumbangku....bay the way kalian dah tau sejarahnya sepeda belum dan ada jenis apa aja yah type sepeda itu okey kita tanyakan wikipedia aja yak? neh baca:

Sejarah sepeda

Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Perancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.
Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat "primitif". Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.
Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Perancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Perancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.
Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).
Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Jenis-jenis sepeda

Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.
1. Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.
2. Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27
3. Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi
4. Sepeda mini-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga
5. Sepeda angkut-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos
6. Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah
7. Sepeda Balap - Sepeda yang model handlernya setengah lingkaran dan digunakan untuk balapan.
8. Sepeda Fixie - Sepeda minimalis dengan rangka dan ban beraneka warna, setang pendek dan tidak banyak memiliki kabel-kabel sebagai pengatur tali rem


eh tau kagak fakta nya orang yang berse;pda...sebentar aku ambilin artikelnya dari blog orang lain ya : nih dia...dibaca yah..
mengayuh sepeda sehari-hari tidak hanya membuat badan segar bugar, namun masih banyak manfaat lain yang mungkin belum pernah terfikirkan oleh kita. check it out!

Membakar Kalori

Seorang wanita yang berat tubuhnya sekitar 60 kg jika mengayuh dengan kecepatan 22 km/jam bisa membakar sekitar 488 kalori dalam waktu 60 menit.

Dapat dilakukan untuk rutinitas sehari – hari

Bila tempat tinggal Anda berjarak 8 km dari kampus, dan Anda naik sepeda menuju kampus, setidaknya Anda sudah berolahraga selama 20 menit. Jika Anda tinggal dekat dengan kampus, Anda bisa mengayuh sepeda dua kali seminggu dan membakar sekitar 3.000 kalori ekstra dalam tubuh, sekitar setengah kilo dalam sebulan.

Membentuk otot

Biasanya, para pengayuh sepeda memiliki kaki yang kencang. Bagian otot-otot kaki akan bekerja semua untuk membantu mengayuh.Selain kaki, tubuh bagian atas, karena menggenggam kuat besi pengendali juga akan terbentuk dengan sendirinya.

Mendorong energy

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Psychotherapy and Psychosomatics menemukan bahwa bersepeda menaikkan level energi sebanyak 20 persen dan mengurangi kelelahan hingga 65 persen. Mengapa? Karena bersepeda memicu otak untuk mengeluarkan neurotransmitter dopamine, yang berhubungan dengan energi. Tak perlu menggenjot sepeda dengan penuh tenaga. Para relawan yang mengayuh dengan kecepatan rendah tapi rutin (setidaknya 3 kali seminggu) bisa memerangi kelelahan.

Aman untuk persendian

Bersepeda banyak menekan lutut, pergelangan kaki, dan tulang belakang ketimbang berjalan kaki atau bersepeda. Agar aman bersepeda, pastikan bahwa lutut Anda hanya tertekuk sedikit (sekitar 25 derajat) setiap kali mengayuh. Jika kaki terlalu lurus atau terlalu tertekuk, coba atur kembali letak tempat duduk Anda.

Setiap otot merasakan fungsinya

Coba cari bukit kecil yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk didaki dengan sepeda. Lewati bukit itu setidaknya 2-3 kali, dengan posisi kayuh sambil berdiri. Mengayuh dengan posisi berdiri akan melatih otot bagian tengah tubuh dan trisep.

Melindungi jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu pembunuh wanita yang paling terutama. Dalam sebuah studi, para peneliti meminta 32 responden wanita untuk mengendarai sepeda setidaknya setengah jam sehari, tiga kali seminggu. Setelah setahun, diketahui bahwa tekanan darah para wanita ini menurun, begitu pula dengan angka kolesterol, dan secara signifikan meningkatkan kebugaran mereka. Carilah lokasi bersepeda yang bisa ditempuh dalam waktu 30 menit tanpa berhenti, sehingga Anda bisa mempertahankan kecepatan yang konsisten.

sumber : http://mantabjayapolpolan.blogspot.com/2010/05/manfaat-bersepeda.html


sudah tau kan faktanya kita sering bersepeda?? jadi ayo kita sering sering bersepeda...lets go..gowes..gowes...